Community Participation in The Program for Improving Quality of Unworable Houses in Payakumbuh City

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Defi Fradila Sari
Erwin
Afrizal

Abstract

his research begins with the importance of participation in development programs that use limited stimulant funds and from the perspective of development effectiveness. The objectives of this study are: 1) To explain the scope of community participation in the planning and implementation of Improving the Quality of Unfit for Living (PK-RTLH) in Payakumbuh. 2) Analyze possible factors and barriers to participation in the implementation of the Improving the Quality of Unfit for Living (PK-RTLH) program in Payakumbuh. When the research was conducted in January to February 2020. This research was conducted in Payakumbuh City by taking the location in the West Payakumbuh District (Payolansek Village, Padangtangah Balainanduo Village ), Kec.observations of Lampasi Tigo Nagari ( Koto Panjang Dalam Village), North Payakumbuh District (Tigo Koto Diateh Village) and South Payakumbuh District. This study uses a qualitative method. The research informants totaled 22 people consisting of 17 key informants and 5 regular informants. Key informants are recipients of PK-RTLH program assistance, while regular informants consist of 2 facilitators , 1 head of the Housing and Settlement Office , 1 head of the village and 1 person from Niniak Mamak. Based on the results of the research, the forms of community participation in planning to improve the quality of houses for rehabilitation of unfit for habitation are; a) Formation of aid recipient groups ; b) Opening of the beneficiary account number ; c) Utilizing local resources while taking the form of participation in the implementation of the Program for Improving the Quality of Unfit for Living : a) Participation in the form of personnel assistance ; b) Participation in the form of material assistance; c) Participation in the form of skills or expertise. Factors that me Could masyar AKAT to participate include factors intrinsic and e kstrinsik . Intrinsic factors consist of: a) kinship ties; b) the desire to live a decent life . As for extrinsic factors, namely a) group cohesiveness; b) free time. In participation, there are also factors that hinder society from participating, namely: a) Economic factors; b) The influence of modernization so that individualism appears; c) Program information does not reach all elements of society.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Sari, D. F., Erwin, & Afrizal. (2021). Community Participation in The Program for Improving Quality of Unworable Houses in Payakumbuh City. Enrichment : Journal of Management, 11(2), 353-359. https://doi.org/10.35335/enrichment.v11i2.102

References

[1] Afrizal, 2016. Metode Penelitian Kualitatif, Sebuah Upaya Mendukung Penggunaan Penelitian Kualitatif Dalam Berbagai Disiplin Ilmu. Jakarta: PT Raja Gravindo Persada.
[2] Akhmadian dan Anton. 2015. Partisipasi Masyarakat Dalam Mewujudkan Kuningan Sebagai Kabupaten Konservasi. Jurnal Unifikasi. Vol 2 No 1
[3] Arikunto, Suharsimi. 2002. Manajemen Penelitian, Jakarta: Rineka Cipta.
[4] Bappenas. 2004. Strategi Nasional Penanggulangan Kemiskinan Bab II diakses melalui http://www.bappenas.go.id/index.php pada tanggal 9 April 2007.
[5] Bima, I. P., Roesdiyanto., R. W. Gayatri. 2018. Hubungan Faktor Predisposisi, Faktor Pemungkin, dan Faktor Penguat dengan Perilau Merokok Pelajar SMKN 2 Kota Probolinggon Tahun 2017 : 2
[6] Bintarto, R. 1984. Urbanisasi dan Permasalahannya. Jakarta : Ghalia Indonesia Badan Pusat Statistik, berbagai edisi Brockerhorff, M dan Brennan. 1998. ”The Poverty of Cities in Developing Regions”. Population and Development Review 24, no. 1.
[7] Budiman, Arief. 1995. Teori Pembangunan Dunia Ketiga. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
[8] Carnea, M. 1988. Putting people First in Development. Washinton DC: World Bank.
[9] Dewinta, Nadia. 2011. Pelaksanaan Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTLH) Bagi Keluarga Miskin di Kecamatan Bintan Timur Kabupaten Bintan Tahun 2011. Pekanbaru. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Riau.
[10] Didik Suharjito. 2006. Berbagi Pengalaman Pendampingan Masyarakat Desa dalam Pengelolaan Sumber Daya Hutan. Yogyakarta: Debut Pers.
[11] Effendi, Tajudin Noor. 1993. Sumber Daya Manusia, Peluang Kerja dan Kemiskinan. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya.
[12] Erwin. 2006. Tanah komunal: memudarnya solidaritas sosial pada masyarakat matrilineal Minangkabau. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas.
[13] Erwin. 2015. Model Pemberdayaan Masyarakat Mentawai melalui Penguatan Kelembagaan Lokal di Pulau Siberut. Sosio Konsepsia, 4(2), 1-14.
[14] Hermawan, Y, YoyonSuryono. 2016. Partisipasi Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Program-Program Pusat Kegiatan Belajar Masyarkat Ngudi Kapinteran.Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat. Volume 3.
[15] Heryana, Ade. 2018. Informan dan Pemilihan Informan Dalam Penelitian Kualitatif. Universitas Esa Unggul.
[16] James, Midgley. 1995. Social Development : The Development Perpektif in social Welfare. London: Sage Publication Inc.
[17] Kamaluddin, Rustian. 2003. Kemiskinan Perkotaan di Indonesia : Perkembangan, Karakteristik dan Upaya Penanggulangan diakses melalui http://www.bapedajabar.go.id/bapeda_design/docs/perenca naan/20070530_105946.pdf.
[18] Khori. 2013. Analisis Pelaksanaan Bantuan Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni di Desa Teluk Siantan Kecamatan Siantan Tengah Kabupaten Kepulauan Anambas. Fakultas Ilmu Ekonomi dan Ilmu Sosial. UIN Suska Riau.
[19] Korten, D.C dan Syahrir. 1988. Pembangunan Berdimensi Kerakyatan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
[20] Kuncoro, Mudrajad (2010;5) masalah, kebijakan, dan politik ekonomika Pembangunan. Jakarta: Penerbit Erlangga.
[21] Mahyuddin, Thursina. 2013. Analisis Partisipasi Masyarakat Dalam Pelaksanaan Program Pembangunan Pengaman Pantai di desa Teulaga Tujuh (Pusong) Kecamatan Langsa Barat-Kota Langsa. Jurnal Perspektif. Volume 6 No: 2
[22] Matdoan, Usman. 2015. Peranan Program PNPM–Mandiri Pedesaan Dalam Mendorong Partisipasi dan Pemberdayaan Masyarakat Lokal. Jurnal Biology Science & Education. Vol 4 No 1
[23] Mulyanto, S dan H.D. Evers. 1982. Kemiskinan dan Kebutuhan Pokok. Jakarta: CV Rajawali.
[24] Nat J.C dan U. Kayam. 1987. Kebudayaan dan Pembangunan: Sebuah pendekatan terhadap Antropologi Terapan di Indonesia. Jakarta: Yayasan obor Indonesia.
[25] Nugroho dan Dahuri. 2002. Pembangunan Wilayah-Perspektif Ekonomi, Sosial dan Lingkungan. Jakarta : LP3ES.
[26] Pronk, JP. 1993. Sedunia Perbedaan, Sebuah Acuan Baru Dalam Kerja Sama Pembangunan Kerjasama Tahun 1990-an. Yayasan Obor. Jakarta. Indonesia: 421 hlm.
[27] Sidiq, R., Sofro, S., & Achmad, R. W. (2020). Gender aspects in remote indigenous community empowerment program in Indonesia.
[28] Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.