Analysis of the Role of the Tourism Industry on Morowali Regency's Original Revenue

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Andi Herman Jaya
Frank Reyhard Baho
Aris Muhammad

Abstract

Regional autonomy is closely related to the finances of a region, which is related to its income or Regional Original Income (PAD). Regional Original Revenue will bring its own implications for an area with limited natural resource potential and it will be a challenge in itself in an effort to maximize the potential possessed by the region. This study aims to analyze the ancer y contribution of tourism to local revenue, the effectiveness of tourism revenues, and the efficiency of tourism revenues. The type of data used in this study, namely the type of quantitative data in the form of periodic data. This study shows that the contribution of tourism revenue to Morowali Regency's Original Revenue is very small. Revenue from the tourism sector from 2014 to 2018 shows that the income of the tourism sector in Morowali Regency is inefficient and ineffective due to lack of income. The purpose of this research is to make a pilot in the tourism sector, so that planning and coordination of the contribution of the tourism sector in an effort to increase income continues.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Jaya, A. H., Baho, F. R., & Muhammad, A. (2021). Analysis of the Role of the Tourism Industry on Morowali Regency’s Original Revenue . Enrichment : Journal of Management, 12(1), 163-165. Retrieved from https://enrichment.iocspublisher.org/index.php/enrichment/article/view/178

References

Buku
[1] Adisasmita. 2010.Pengelolaan Pendapatan Dan Anggran Daerah. Graha Ilmu. Yogyakarta.
[2] Ahmad. 2002. Retribusi Daerah. Graha Ilmu. Yogyakarta.
[3] Anthony, Dearden, Bedford. 1993. Sistem Pengendalian Manajemen 1. Binarupa Aksara. Jakarta.
[4] Bambang. 2005. Pajak dan Retribusi Daerah, Cetakan Pertama. UII Press. Yogyakarta.
[5] Bastian, Indra. 2002. Sistem Akuntansi Sektor Publik. Modul untuk Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan. Buku 1 PT Salemba Empat Patria. Jakarta.
[6] Davey.1998. Pembiayaan Pemerintah Daerah. Cetakan Pertama UI Press. Jakarta.
[7] Halim. 2004. Manajemen Keuangan Daerah. Edisi revisi. YKPN. Yogyakarta.
[8] Heriawan. 2004. Peranan dan Dampak Pariwisata Pada Perekonomian. Doktoral Insitut Pertanian Bogor.
[9] Mahmudi. 2007. Analisis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. UPA STIM YKPN. Yogyakarta.
[10] Mardiasmo. 2000. Perpajakan (Edisi Revisi). Andi.Yogyakarta.
[11] Mardiasmo. 2002. Akuntansi Sektor Publik. Penerbit Andi. Yogyakarta. Mardiasmo. 2011. Perpajakan (Edisi Revisi). Andi.Yogyakarta.
[12] Ninemeier, 2006. Faktor Penunjang Pariwisata. Penerbit PT Koko. Surakarta. Powers, 2003. Restoran Sebagai Penunjang Pariwisata. Penerbit, PT Kuta. Bali.
[13] Soekadijo. 2000. Anatomi Pariwisata Memahami Pariwisata Sebagai Systemic Linkage. Penerbit Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
[14] Soekresno, 2001. Restoran dan Bisnis. Penerbit PT Tullung. Cirebon. Spillane. 2003. Pariwisata dan Wisata Budaya. CV. Rajawali. Bogor.
[15] Spillane. 1982. Pariwisata Indonesia, Sejarah dan Prospeknya. CV Rajawali. Bogor. Sri. 2007. Bisnis Perhotelan. Penerbit PT. Surya Kencana. Samarinda.
[16] Sugiyono. 2002. Statistika untuk Penelitian. Alfabeta. Bandung.
[17] Suparmoko. 1992. Ekonomi Pembangunan (Edisi Pertama). BPFE UGM. Yogyakarta.
[18] Sutrisno. 2013. Manajemen Sumber Daya Manusia (Edisi Pertama). Kencana. Jakarta. Suwantoro. 2004. Dasar-dasar Pariwisata. Penerbit: Andi. Yogyakarta.
[19] Tarmoezi, 2000. Klasifikasi dan Jenis-jenis Hotel. Penerbit PT. Makmur Abadi. Klaten.
[20] Walker, 2004. Jenis-jenis Restoran dan Kegunaannya. Penerbit PT Jaya. Bondowoso. Widanaputra, 2009. Hotel dan Pariwisata. Penerbit Sulaiman. Bandung.
[21] Yoeti. 1997. Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata. PT. Pradnya Paramita. Jakarta. Yotopoulos, Nugent. 2003. Efisiensi Pendapatan Daerah. Salemba Empat. Jakarta.
Dokumen
[22] Badan Pusat Statistik Kabupaten Morowali. Letak Geografis dan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Morowali.
[24] Badan Pusat Statistik Republik Indonesia. Kunjungan Wisatatawan Tahun 2017.
[25] Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sulawesi Tengah. Data Kunjungan Wisatawan dan Pendapatan Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2019.
[26] Dinas pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Palu. Pariwisata di Kota Palu Tahun 2014. Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kabupaten Morowali. PendapatanPariwisata dan Kunjungan Wisatawan.
[27] Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan PariwisataKabupatenMorowali.Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2019.
[28] DIRJEN PARPOSTEL Nomor 22/U/VI/1978. Klasifikasi Hotel.
[29] Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Laporan Kinerja Tahun 2019.
[30] Peraturan Daerah Kabupaten Morowali Nomor 3 Tahun 2012 tentang Pajak Daerah. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 1990 tentang Kepariwisataan.
[31] Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2000 tentang Pengertian Pajak.
[32] Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2001 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
[33] Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan.
Sumber Lain
[34] Arraniry. 2018, “Analisis Pengaruh Sektor Pariwisata Terhadap Pendapatan Asli Daerah Di Provinsi Nusa Tenggara Barat (Tahun 2012-2016)”.
[35] Khotimah. 2017 “Strategi Pengembangan Destinasi Pariwisata Budaya (Studi Kasus pada Kawasan Situs Trowulan sebagai Pariwisata Budaya Unggulan di Kabupaten Mojokerto)”.
[36] Pangkey, Pinatik. 2017, “Analisis Efektifitas Dan Efisiensi Anggaran Belanja Pada Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara”.
[37] Ulhusna. 2017, “Pengaruh Sub Sektor Pariwisata Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bukittinggi”.
[38] Zulmi. 2018, “Peranan Sektor Pariwisata Terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Di Provinsi Lampung”.
[39] Tjiptono.2010 dalam skripsi ahmad, “Analisis Target Penjualan Dengan Metode Cost Volume Profit Analysis”